Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran strategis dalam pembentukan karakter, moderasi beragama, dan literasi keagamaan peserta didik, terutama di tengah tantangan digitalisasi, pluralitas budaya, dan menguatnya formalisme beragama. Berbagai studi menunjukkan bahwa publikasi bertema Islamic Religious Education dalam dua dekade terakhir mengalami peningkatan tajam, tetapi penguatan fondasi metodologis belum sepenuhnya sejalan dengan lonjakan kuantitas riset, khususnya dalam hal pemilihan jenis dan desain penelitian yang sesuai dengan karakter PAI sebagai disiplin normatif-empiris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan dan analisis bibliometrik terhadap 403 dokumen Scopus (1993–2025) bertema “Islamic Religious Education”. Data dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memetakan tren dan klaster kata kunci, kemudian dilanjutkan dengan analisis isi guna mengidentifikasi ragam metode yang digunakan. Hasilnya, terpetakan dua puluh metode penelitian PAI (kualitatif, kuantitatif, mixed methods, PTK, R&D, historis, evaluatif, dan lain-lain) beserta definisi operasionalnya. Artikel ini menawarkan model konseptual pemilihan metode berbasis objek kajian, jenis pertanyaan penelitian, dan tujuan PAI, sehingga dapat menjadi panduan praktis bagi peneliti, guru, dan mahasiswa dalam merancang penelitian PAI yang lebih tepat, reflektif, dan berbasis bukti.
Copyrights © 2026