Masuknya Islam di Pulau Jawa terjadi di tengah masyarakat yang masih dipengaruhi budaya Hindu-Buddha. Kondisi tersebut mendorong Walisongo menggunakan pendekatan dakwah yang damai dan menyesuaikan budaya lokal masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran seni budaya sebagai media dakwah Walisongo serta kaitannya dengan moderasi beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Walisongo memanfaatkan seni budaya seperti wayang, gamelan, tembang, dan tradisi masyarakat sebagai sarana penyebaran Islam. Pendekatan tersebut terbukti efektif karena dilakukan secara toleran, persuasif, dan tanpa menghilangkan budaya lokal. Selain itu, metode dakwah Walisongo juga mencerminkan nilai moderasi beragama, seperti toleransi, sikap damai, dan penghormatan terhadap perbedaan. Dengan demikian, dakwah berbasis seni budaya yang dilakukan Walisongo relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat multikultural di Indonesia saat ini.
Copyrights © 2026