Minimnya partisipasi aktif siswa kelas III MI DDI Sokang dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menghambat pencapaian kompetensi kebahasaan. Studi ini mengimplementasikan pendekatan Talking Stick untuk mengoptimalkan keterlibatan siswa. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus dengan 9 peserta didik sebagai subjek. Instrumen meliputi lembar pengamatan partisipasi berdasarkan delapan parameter, jurnal observasi, dan dokumentasi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan refleksi tiap siklus, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan partisipasi siswa dari 23,61% (pra-siklus) menjadi 51,39% (siklus I) dan 81,94% (siklus II). Peningkatan signifikan terjadi pada keberanian merespons, kontribusi diskusi, dan kolaborasi kelompok. Implementasi tahapan Talking Stick melalui rotasi tongkat, diskusi kelompok, dan pertanyaan acak menciptakan pembelajaran yang dinamis dan menyenangkan. Temuan mengonfirmasi bahwa pendekatan Talking Stick efektif sebagai strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang komunikatif untuk kelas rendah madrasah ibtidaiyah dengan jumlah siswa terbatas.
Copyrights © 2026