Perkembangan bahasa reseptif penting dikembangkan pada anak usia dini karena berpengaruh terhadap kemampuan memahami instruksi, berinteraksi, dan kesiapan belajar anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran orang tua dalam mengembangkan kemampuan bahasa reseptif anak usia dini melalui stimulasi bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan anak usia 4 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi intensif, penggunaan bahasa sederhana, pemberian instruksi bertahap, dan kegiatan bercerita membantu meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam memberikan stimulasi bahasa secara konsisten.
Copyrights © 2026