Fluktuasi ekonomi global dan tekanan eksternal dapat berdampak terhadap stabilitas keuangan perusahaan, yang berpotensi memicu kondisi financial distress apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi financial distress pada Badan BUMN di sektor bahan baku yang terdaftar di BEI) periode 2020–2024, dengan metode Altman Z"-Score. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sepanjang periode 2020–2024, PT Aneka Tambang Tbk dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tergolong dalam kondisi keuangan yang sehat. Di sisi lain, PT Semen Baturaja Tbk dan PT Wijaya Karya Beton Tbk sebagian besar berada pada kategori grey zone. PT Timah Tbk selama kurun waktu penelitian memperlihatkan kondisi keuangan yang fluktuatif. Sementara, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Waskita Beton Precast Tbk mengalami financial distress. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan untuk memperkuat manajemen modal kerja, melakukan efisiensi operasional, penghematan biaya, dan memperhatikan keseimbangan antara utang dan ekuitas. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko financial distress serta mempertahankan stabilitas keuangan perusahaan.
Copyrights © 2026