Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) adalah penyakit kronis yang sering memicu kerusakan saraf perifer (neuropati diabetik). Kondisi ini menyebabkan nyeri hingga penurunan kualitas hidup, terutama pada pasien yang sudah mengidap diabetes lebih dari 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian (prevalensi) serta faktor risiko neuropati diabetik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Studi ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 141 pasien DMT2 dengan riwayat penyakit di atas 5 tahun dilibatkan sebagai sampel. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik berganda). Angka kejadian neuropati diabetik ditemukan sangat tinggi, yakni mencapai 80% dari total pasien. Secara statistik, hipertensi terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kerusakan saraf ini (p < 0,05). Sebaliknya, faktor status gizi, dislipidemia, kebiasaan merokok, dan kontrol gula darah tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Berdasarkan uji akhir multivariat, hipertensi diidentifikasi sebagai faktor risiko yang paling dominan memengaruhi munculnya neuropati diabetik. Pasien DMT2 yang sudah sakit lebih dari 5 tahun memiliki risiko neuropati diabetik yang sangat tinggi, di mana tekanan darah tinggi (hipertensi) bertindak sebagai faktor pemicu utamanya.
Copyrights © 2026