Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsumsi Fast Food dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Sindrom Metabolik Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Pugud Samodro; Agus Prastowo; Nurul Hasna Zulfannisa; Nunung Wahyuni
JURNAL NUTRISIA Vol 21 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.213 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v21i2.187

Abstract

Latar Belakang: Deteksi dini gejala gangguan metabolik dapat mencegah komplikasi penyakit cardiovaskular, diabetes mellitus tipe 2, dislipidemia dan stroke. Faktor yang mempengaruhi sindrom metabolik antara lain asupan fast food dan aktivitas fisik. Tujuan: Mengetahui hubungan konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian sindrom metabolik pada orang dewasa usia 20–59 tahun di pasien rawat inap penyakit dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Pengambilan subjek dilakukan dengan simple random sampling, diperoleh 36 subjek penelitian. Data yang dikumpulkan adalah jenis kelamin, riwayat penyakit keluarga, pekerjaan, status gizi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil: Pasien yang mengalami sindrom metabolik 30%, pasien yang mengkonsumsi fast food 66,7% aktivitas fisik 13,8%. Terdapat hubungan konsumsi fast food (p=0,010) dan tidak terdapat hubungan pada variable aktivitas fisik (p=1,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi fast food dengan kejadian sindrom metabolik
Prevalensi dan Faktor Risiko Neuropati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Durasi Penyakit Lebih Dari Lima Tahun di Klinik Diabetes Melitus RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Ahmad Kahfi Lutfi Jamaludin; Pugud Samodro; Yosefin Ratnaningtyas
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.635

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) adalah penyakit kronis yang sering memicu kerusakan saraf perifer (neuropati diabetik). Kondisi ini menyebabkan nyeri hingga penurunan kualitas hidup, terutama pada pasien yang sudah mengidap diabetes lebih dari 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian (prevalensi) serta faktor risiko neuropati diabetik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Studi ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 141 pasien DMT2 dengan riwayat penyakit di atas 5 tahun dilibatkan sebagai sampel. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik berganda). Angka kejadian neuropati diabetik ditemukan sangat tinggi, yakni mencapai 80% dari total pasien. Secara statistik, hipertensi terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kerusakan saraf ini (p < 0,05). Sebaliknya, faktor status gizi, dislipidemia, kebiasaan merokok, dan kontrol gula darah tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Berdasarkan uji akhir multivariat, hipertensi diidentifikasi sebagai faktor risiko yang paling dominan memengaruhi munculnya neuropati diabetik. Pasien DMT2 yang sudah sakit lebih dari 5 tahun memiliki risiko neuropati diabetik yang sangat tinggi, di mana tekanan darah tinggi (hipertensi) bertindak sebagai faktor pemicu utamanya.