Masih banyaknya miskonsepsi siswa SD tentang fotosintesis menjadi dasar pengembangan majalah berbasis Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran yang interaktif. Kemampuan pemahaman konsep menjadi kunci penting dalam pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan majalah berbasis augmented reality untuk mereduksi miskonsepsi siswa pada materi fotosistesis tumbuhan. Jenis penelitian adalah research and development dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu eksperimen dan kontrol masing-masing siswa kelas IV di SD Negeri 1 Kedungbanteng dan SD Negeri 3 Kedungbanteng. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kelas eksperimen menerapkan media majalah berbasis augmented realit sedangkan kelas kontrol menggunakan media powerpoint. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, dan tes. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif terdiri dari uji statistika normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian membuktikan bahwa media majalah berbasis augmented reality mencapai kategori valid dan praktis. Hasil uji statistika menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen dengan masing-masing nilai signifikansi 0,095 dan 0,422 lebih dari 0,05. Hasil uji t diperoleh nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05. Dengan demikian, pembelajaran yang menggunakan media majalah berbasis augmented reality efektif mereduksi miskonsepsi siswa pada materi fotosintesis tumbuhan. Penelitian ini direkomendasikan sebagai salah satu media pembelajaran inovatif yang dapat dimanfaatkan guru untuk meminimalkan miskonsepsi siswa sekolah dasar terkait konsep fotosintesis tumbuhan.
Copyrights © 2026