Pembelajaran geometri di SMP masih memerlukan perangkat pembelajaran yang mampu menghadirkan keterkaitan antara materi matematika, pengalaman keseharian, serta nilai budaya lokal peserta didik. Keterbatasan perangkat pembelajaran yang secara terpadu mengintegrasikan etnomatematika dengan model pembelajaran aktif menjadi dasar perlunya pengembangan modul ajar dan LKPD yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk pembelajaran berupa modul ajar serta LKPD geometri bermuatan etnomatematika dengan menggunakan konteks pintu rumah adat Suku Lok melalui model Discovery Learning untuk pembelajaran matematika jenjang SMP. Penelitian ini menerapkan pendekatan penelitian pengembangan atau Research and Development dengan mengacu pada model 4-D yang meliputi pendefinisian, perancangan, pengembangan, serta penyebarluasan. Peserta uji coba terbatas ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu empat mahasiswa Program Magister Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Yogyakarta yang berperan dalam kegiatan peer teaching. Perangkat pengumpul data mencakup lembar penilaian ahli dan lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran. Temuan studi memperlihatkan bahwa modul ajar memperoleh skor rerata 4,4 sedangkan LKPD mendapatkan skor rerata 4,3, yang menunjukkan bahwa keduanya termasuk pada kualifikasi sangat valid. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan rerata keterlaksanaan mencapai 78,5% dan termasuk kategori baik. Berdasarkan temuan tersebut, perangkat pembelajaran geometri berbasis etnomatematika melalui model Discovery Learning dinyatakan layak digunakan sebagai alternatif perangkat pembelajaran yang sistematis, kontekstual, dan berbasis budaya lokal. Perangkat ini berpotensi membantu guru mengaitkan konsep geometri dengan kearifan lokal, khususnya melalui konteks pintu rumah adat Suku Lok.
Copyrights © 2026