Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif siswa terhadap penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran matematika tingkat lanjut di SMA Negeri 30 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan 62 siswa kelas XII yang dipilih secara purposive dari kelompok pengguna aktif ChatGPT. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan tes esai pada materi limit, turunan, dan integral. Analisis difokuskan pada empat dimensi, yaitu kegunaan, kemudahan, niat perilaku, dan kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki perspektif positif terhadap ChatGPT sebagai alat bantu pembelajaran yang praktis, terutama dalam membantu penyelesaian soal, memahami materi, dan memperoleh ide. Namun, terdapat variasi tingkat kepercayaan yang menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT tidak selalu diikuti dengan pemahaman konsep yang mendalam. Sebagian besar siswa menunjukkan sikap kritis dengan melakukan verifikasi dan revisi terhadap jawaban yang diperoleh. Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru dalam membimbing penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan secara kritis dan efektif agar tetap mendukung pengembangan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2026