Diare dan stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang saling berkaitan, terutama pada wilayah dengan akses sanitasi terbatas. Praktik buang air besar sembarangan (BABS) berkontribusi terhadap kontaminasi lingkungan dan peningkatan risiko infeksi berulang pada anak. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penerapan edukasi partisipatif berbasis pemicuan menggunakan media Diagram F yang dipadukan dengan penyuluhan interaktif mengenai hubungan sanitasi, diare, dan stunting serta disesuaikan dengan keterbatasan literasi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan jamban sehat sebagai Pilar I Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Metode yang digunakan ialah edukasi partisipatif melalui pemicuan menggunakan media Diagram F dan penyuluhan interaktif mengenai hubungan sanitasi, diare, dan stunting. Kegiatan melibatkan 50 peserta yang terdiri dari kepala keluarga, ibu rumah tangga, kader kesehatan, dan aparat kampung. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif dan respon verbal terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai jalur transmisi fekal-oral serta munculnya motivasi dan komitmen awal dua keluarga untuk memperbaiki fasilitas jamban layak pakai. Pendekatan edukatif berbasis partisipasi komunitas efektif dalam mendorong kesadaran sanitasi rumah tangga dan mendukung pencegahan diare serta stunting secara berkelanjutan.Kata Kunci: Jamban Sehat; Rumah Tangga; STBM; Diare; Stunting
Copyrights © 2026