Penelitian ini penting dilakukan karena saat ini persaingan usaha kuliner semakin ketat, sehingga setiap pelaku usaha dituntut untuk memberikan kualitas terbaik agar konsumen tetap puas dan tidak beralih ke tempat lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cita rasa dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada rumah makan di Kota Lubuklinggau dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh konsumen rumah makan di Kota Lubuklinggau yang berjumlah 182 unit usaha, dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden yang ditentukan menggunakan teknik non-probability sampling melalui metode purposive sampling. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS versi 4, melalui tahapan evaluasi model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model). Uji validitas dilakukan berdasarkan nilai outer loading (>0,70), sedangkan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability dengan kriteria nilai >0,70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H1 Cita rasa terhadap kepuasan konsumen T Statistics sebesar 0,312 dan p-value sebesar 0,755 bahwa hubungan ini tidak signifikan pada tingkat signifikansi ? = 0,05. Selain itu H2 kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen Nilai T Statistics sebesar 87,646 dan p-value sebesar 0,000 bahwa hubungan ini signifikan pada tingkat signifikansi ? = 0,05. kualitas pelayanan juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional memberikan kenyamanan bagi konsumen sehingga berdampak pada meningkatnya kepuasan dan loyalitas terhadap rumah makan. Selanjutnya, H3 cita rasa dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen Nilai F hitung sebesar 0,587 dengan p-value sebesar 0,000 menunjukkan bahwa hubungan ini signifikan pada tingkat signifikansi ? = 0,05. Hasil pengujian menunjukkan bahwa cita rasa dan kualitas pelayanan berperan sebagai variabel simultan dalam pengaruh faktor operasional rumah makan terhadap kepuasan konsumen.
Copyrights © 2026