Masalah sampah masih menjadi tantangan di sekolah dasar, termasuk di SDIT Segodorejo. Banyak siswa belum terbiasa memilah sampah dan masih kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Kondisi ini, jika dibiarkan, dapat menimbulkan lingkungan belajar yang kurang nyaman serta membentuk kebiasaan negatif dalam jangka panjang. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdian melaksanakan program pelatihan kolase berbasis sampah daur ulang. Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus mengasah kreativitas siswa melalui kegiatan seni. Program dilaksanakan dengan pendekatan service learning yang menghubungkan pembelajaran dengan praktik nyata. Sebanyak 31 siswa kelas 4–6 mengikuti sosialisasi tentang pengelolaan sampah, pengenalan bahan daur ulang, serta praktik membuat kolase menggunakan kertas, plastik, dan kardus bekas. Hasil evaluasi melalui angket menunjukkan 67,75% siswa memberikan respon positif. Mereka merasa lebih kreatif, terbiasa memilah sampah, serta lebih peduli menjaga kebersihan sekolah. Produk kolase dipajang di sekolah sebagai sarana edukasi lingkungan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026