Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keterbacaan teks fiksi dan non-fiksi serta menelaah kesesuaiannya dengan jenjang kelas VII, VII, dan IX dalam buku Wanda Basa Sunda jenjang SMP. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data dalam penelitian ini diambil dari 28 teks, kemudian dianalisis menggunakan grafik Fry dan grafik Raygor. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat keterbacaan teks dalam buku tersebut berbeda-beda. Jika dilihat secara umum sekitar sekitar 54% teks berada pada tingkat keterbacaan yang sesuai, sedangkan sebagian lainnya menunjukan tingkat keterbacaan yang lebih rendah dan lebih tinggi dari jenjang sasaran. Dari perbedaan hasil antara grafik Fry dan grafik Raygor, hal itu menunjukan adanya perbedaan dalam menilai karakteristik kebahasaan teks. Grafik Fry cenderung lebih fokus pada panjang dan struktur kalimat, sedangkan grafik Raygor lebih berfokus pada tingkat kesulitan kata yang digunakan dalam teks. Temuan ini menunjukan bahwa aspek keterbacaan belum sepenuhnya menjadi perhatian dalam proses penyusunan maupun pemilihan bahan ajar bahasa Sunda, sehingga dapat mendorong tercapainya tujuan pembelajaran.
Copyrights © 2026