Artikel ini mengkaji manusia sebagai animal symbolicum makhluk pencipta dan penafsir simbol serta peranannya dalam dinamika komunikasi keluarga berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan hadis. Dengan memadukan pendekatan filsafat simbolik Ernst Cassirer, teori komunikasi keluarga, dan epistemologi keislaman, tulisan ini berupaya menampilkan sintesis konseptual yang menunjukkan bahwa Islam memberikan landasan teologis yang kuat bagi kemampuan simbolik manusia melalui bahasa, akal, dan nilai-nilai moral. Komunikasi keluarga diposisikan sebagai arena fundamental pembentukan identitas, transmisi nilai, stabilitas emosional, dan pembentukan akhlak generasi. Referensi primer mencakup ayat-ayat Al-Qur’an beserta penafsiran ulama klasik seperti Ibn Kathir, Al-Tabari, dan Al-Qurtubi, serta hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Abu Dawud. Referensi sekunder meliputi karya Ernst Cassirer, teori komunikasi modern (West & Turner), kajian sosiologi keluarga, dan literatur keislaman kontemporer. Artikel menyimpulkan bahwa manusia sebagai makhluk simbolik menemukan bentuk idealnya dalam sistem komunikasi keluarga yang harmonis, bernilai ibadah, dan berorientasi pada akhlak.
Copyrights © 2026