Produktivitas tenaga kerja merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kinerja operasional dan tingkat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor manufaktur. Dalam praktiknya, UMKM manufaktur masih menghadapi berbagai keterbatasan, khususnya dalam perancangan sistem kerja yang belum dilakukan secara terstruktur dan belum sepenuhnya mempertimbangkan kemampuan fisik serta kognitif tenaga kerja. Sistem kerja yang tidak dirancang berdasarkan prinsip ergonomi berpotensi menimbulkan kelelahan kerja, ketidakefisienan proses produksi, peningkatan risiko gangguan kesehatan kerja, serta penurunan kualitas kinerja secara berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual peran desain sistem kerja berbasis ergonomi dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja pada UMKM manufaktur. Penelitian menggunakan pendekatan tinjauan literatur (narrative review) terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan setelah tahun 2017 dan dapat diakses secara terbuka. Literatur yang dianalisis difokuskan pada kajian desain sistem kerja, ergonomi, dan produktivitas tenaga kerja dalam konteks UMKM manufaktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ergonomi dalam desain sistem kerja berpotensi meningkatkan produktivitas melalui perbaikan postur kerja, pengurangan kelelahan fisik, peningkatan kenyamanan dan keselamatan kerja, serta perbaikan efisiensi operasional. Dengan demikian, desain sistem kerja berbasis ergonomi dapat dipandang sebagai pendekatan strategis dalam mendukung keberlanjutan produktivitas dan daya saing UMKM manufaktur.
Copyrights © 2026