Delapan puluh tahun kemerdekaan, mentalitas Inlander masih sangat kuat menjerat mentalitas bangsa ini. Mentalitas ini ditandai dengan munculnya rasa tidak percaya diri atas potensi dan kemampuan diri sendiri dan lebih suka mempergunakan hasil temuan bangsa lain. Dan penyakit ini dapat menggerogoti mentalitas dan nasionalisme rakyat Indonesia. Tujuan penelitian ini penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari mentalitas Inlander, dampak mentalitas Inlander, dan tinjauan etis Kristen terhadap mentalitas Inlander. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah literature review yaitu digunakan untuk mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, dan menafsirkan semua penelitian yang tersedia dengan bidang topik fenomena yang menarik. Dan hasil penelitian yang didapatkan adalah mentalitas inlander adalah sebuah bentukan kepribadian oleh karena sebuah kondisi yang membentuk cara berpikir dan cara menilai diri yang kemudian mematikan inisiatif untuk menghasilkan karya. Mentalitas inlander merupakan produk dari dosa. Setelah kejatuhan manusia dalam dosa, mentalitas inlander menjangkit manusia. Namun Firman Tuhan menyatakan bahwa hidup di dalam Dialah, maka kita dimerdekakan (Roma 6:11; 18-19), maka seharusnya orang percaya tidak lagi hidup sebagaimana hamba dosa, melainkan dibaharui hari demi hari (Kolose 3:5-17).
Copyrights © 2026