Iwan Setiawan
Sekolah Tinggi Agama Kristen Sabda Holistik

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Signifikansi Mazmur 119:9-16 dalam Penggunaan Media Digital bagi Generasi Z Kristen Indonesia Galuh Pandandari; Dina Elisabeth Latumahina; Iwan Setiawan
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 8 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/fmzdd864

Abstract

Currently, the rapid expansion of digital media has become increasingly complex and intensive, exerting significant influence on human language, habits, mindsets, and behavior when not managed wisely. Many individuals, including Christian members of Generation Z, experience mental health problems ranging from mild to severe as a result of excessive gadget use. Furthermore, criminal activities on social media continue to increase. This study aims to articulate the spiritual principles of Psalm 119:9–16 as a foundational framework for digital media use among Christian Generation Z, enabling them to maintain moral and spiritual integrity in the digital era and emphasizing the relevance of this biblical passage for guiding behavior in accordance with God’s will. This research employs a qualitative descriptive method using a hermeneutical approach to interpret and explain the biblical text as the primary data source. In addition, content analysis and narrative research methods are applied to examine documents and interview data reflecting Generation Z experiences with digital media and its behavioral impacts. The findings demonstrate that digital media can be used constructively and with eternal value when Generation Z applies the principles of Psalm 119:9–16, including moral purity, wholehearted devotion to God, obedience to His commandments, and internalization of God’s Word.     Saat ini, perkembangan media digital yang sangat pesat menjadi semakin kompleks dan intensif, serta memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bahasa, kebiasaan, pola pikir, dan perilaku manusia apabila tidak dikelola dengan bijaksana. Banyak individu, termasuk generasi Z Kristen, mengalami gangguan kesehatan mental mulai dari tingkat ringan hingga berat sebagai akibat dari penggunaan gawai yang berlebihan. Selain itu, aktivitas kriminal di media sosial juga terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan prinsip-prinsip spiritual dalam Mazmur 119:9–16 sebagai kerangka dasar penggunaan media digital bagi generasi Z Kristen, sehingga mereka mampu mempertahankan integritas moral dan spiritual di era digital, serta menegaskan relevansi bagian Alkitab ini dalam membimbing perilaku sesuai dengan kehendak Allah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutik untuk menafsirkan dan menjelaskan teks Alkitab sebagai sumber data utama. Selain itu, metode analisis isi dan penelitian naratif diterapkan untuk mengkaji dokumen dan data wawancara yang merefleksikan pengalaman generasi Z dalam penggunaan media digital serta dampaknya terhadap perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital dapat dimanfaatkan secara konstruktif dan bernilai kekal apabila generasi Z menerapkan prinsip-prinsip Mazmur 119:9–16, yang meliputi kemurnian moral, penyerahan diri sepenuh hati kepada Allah, ketaatan pada perintah-Nya, serta penghayatan terhadap firman Allah.
Implikasi Hukum Taurat dan Janji Bagi Generasi Produktif Indonesia: Studi Eksegetis Terhadap Galatia 3:15-29 Iwan Setiawan; Kezia Savitra Karunia Lebi; Susanti Bida; Agustina Dawa
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/0gx8bx04

Abstract

Dalam sejarah agama Yahudi dan Kristen, taurat atau hukum taurat merupakan landasan moral dan spiritual yang sangat berperang penting dalam membentuk kehidupan beriman. Namun sangat disayangkan tidak semua orang memahami arti dari janji itu sendiri. Generasi Produktif Indonesia yang menjadi pilar utama di Era Bonus Demografi saat ini rentan ketika menghadapi tantangan dan pergumulan, dengan jumlah generasi produktif yang melimpah juga didalamnya beragama Kristen namun rentan karena tidak memiliki pondasi yang kuat secara alkitabiah, sehingga gampang untuk jatuh dan terjerumus dalam era saat ini. Metode yang penulis gunakan ialah metode kajian Pustaka dengan menggunakan menggabungkan sumber-sumber antara lain artikel, jurnal dan dokumen lainnya secara tertulis, dengan menggunakan cara hermeneutik yaitu sebuah metode yang mengekpresikan, menterjemahkan dan menafsirkan, sumber bahannya adalah teks Alkitab dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman dari teks Alkitab. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan secara alkitabiah dan komprehensif prinsip-prinsip hukum taurat atau janji berdasarkan Galatia 3:15-29 supaya Generasi Produktif Indonesia memiliki pemahaman yang benar berkenaan dengan hal itu. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Pertama, hukum Taurat merupakan penuntun pada keselamatan. Kedua, janji tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat. Ketiga, janji diberikan bagi yang beriman atau percaya kepada Kristus. Keempat, orang yang menerima janji akan dibenarkan karena Iman.
Arumi F. Tinjauan Etis Kristen Terhadap Fenomena Mentalitas Inlander Arumi F. Setianing Christy; Iwan Setiawan
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 5 No 1 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v5i1.494

Abstract

Delapan puluh tahun kemerdekaan, mentalitas Inlander masih sangat kuat menjerat mentalitas bangsa ini. Mentalitas ini ditandai dengan munculnya rasa tidak percaya diri atas potensi dan kemampuan diri sendiri dan lebih suka mempergunakan hasil temuan bangsa lain. Dan penyakit ini dapat menggerogoti mentalitas dan nasionalisme rakyat Indonesia. Tujuan penelitian ini penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari mentalitas Inlander, dampak mentalitas Inlander, dan tinjauan etis Kristen terhadap mentalitas Inlander. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah literature review yaitu digunakan untuk   mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, dan menafsirkan semua penelitian yang tersedia dengan bidang topik fenomena yang menarik. Dan hasil penelitian yang didapatkan adalah mentalitas inlander adalah sebuah bentukan kepribadian oleh karena sebuah kondisi yang membentuk cara berpikir dan cara menilai diri yang kemudian mematikan inisiatif untuk menghasilkan karya. Mentalitas inlander merupakan produk dari dosa. Setelah kejatuhan manusia dalam dosa, mentalitas inlander menjangkit manusia. Namun Firman Tuhan menyatakan bahwa hidup di dalam Dialah, maka kita dimerdekakan (Roma 6:11; 18-19), maka seharusnya orang percaya tidak lagi hidup sebagaimana hamba dosa, melainkan dibaharui hari demi hari (Kolose 3:5-17).
POLA DAN DINAMIKA PENGINJILAN RASUL PAULUS: STUDI TEMATIK BIBLIKAL BERDASARKAN KISAH PARA RASUL Iwan Setiawan; Yuliana Lu; Zummy Anselmus Dami
Manna Rafflesia Vol. 12 No. 2 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38091/man_raf.v12i2.417

Abstract

Evangelism was preaching the Good News about Christ. Preaching the Gospel is the responsibility of every believer and church. The church still has not fulfilled its mandate to make disciples. Most churches already know that they must preach the Gospel to all people who do not believe, but they only know but do not try to go to preach the Gospel, so preaching the Gospel is not the main thing.This research aimed to find the basis, area, strategy, principles and impact of evangelism contained in the Acts of the Apostles. The research method used is a qualitative approach with an analytical description method, explaining it in a hermeneutic way. The research results are: The research results obtained based on the book of Acts of the Apostles regarding evangelism were the basis of the apostle Paul's evangelism, namely the inclusion of the holy spirit, the Bible or the gospel of Christ, the commandment or great commission. area of ​​evangelism, exemplary for evangelism, Paul’s evangelism strategy was preaching among his tribes, telling the chronology of the salvation of the Israelites, going to areas, and forming an evangelism team. Principles of Evangelism and Impact of Evangelism