Pasien yang dirawat di ICU mempunyai kondisi kritis beresiko terhadap kegawatan, mengancam jiwa akibat kegagalan organ sehingga menyebabkan keluarga menjadi cemas dan takut terhadap kondisi keluarga yang berada di ruang ICU. Perubahan status kesehatan pasien kritis menyebabkan suatu ketakutan atau kekhawatiran atas ancaman kehilangan anggota keluarga yang kritis sehingga dapat menimbulkan respon cemas seperti menangis, sedih, stres, tidak mampu berfikir panjang, pusing dan susah tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahan status kesehatan pasien kritis dengan tingkat kecemasan keluarga di Ruang Rawat Inap Intensive Care Unit (ICU) Aulia Hospital. Pendekatan penelitian ini yaitu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga pasien kritis yang dirawat di Ruang Rawat Inap Intensive Care Unit (ICU) Aulia Hospital pada tanggal 21 Januari – 12 Februari tahun 2026 sebanyak 40 orang dengan teknik acidental sampling. Analisa data pada penelitian menggunakan uji chi-square. Alat ukur yang digunakan adalah kuisoner HARS .Hasil penelitian ini yaitu sebagian besar responden mengalami perubahan status kesehatan koma sebanyak 25 orang (62,5%), responden mengalami kecemasan sebanyak 24 orang (60%). Berdasarkan hasil uji statistik dengan analisa chi-square diketahui bahwa nilai p value (0,020) ≤ α (0,05). Kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara perubahan status kesehatan pasien kritis dengan tingkat kecemasan keluarga di Ruang Rawat Intensive Care Unit (ICU) Aulia Hospital. Diharapkan pada perawat untuk dapat melakukan pendekatan secara fisik berupa tepuk pundak, merangkul atau memeluk keluarga pasien dan berada di dekat pasien sehingga dapat menurunkan kecemasan yang dialami keluarga pasien.
Copyrights © 2026