Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Perubahan Status Kesehatan Pasien  Kritis  Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Di  Ruang  Rawat Inap Intensive Care Unit (ICU) Aulia Hospital Olga Bella Pista; Alini Alini; Rizki Rahmawati Lestari
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.223

Abstract

Pasien yang dirawat di ICU mempunyai kondisi kritis beresiko terhadap kegawatan, mengancam jiwa akibat kegagalan organ sehingga menyebabkan keluarga menjadi cemas dan takut terhadap kondisi keluarga yang berada di ruang ICU. Perubahan status kesehatan pasien kritis menyebabkan suatu ketakutan atau kekhawatiran atas ancaman kehilangan anggota keluarga yang kritis sehingga dapat menimbulkan respon cemas seperti menangis, sedih, stres, tidak mampu berfikir panjang, pusing dan susah tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahan status kesehatan pasien  kritis  dengan tingkat kecemasan keluarga di  Ruang  Rawat Inap Intensive Care Unit (ICU) Aulia Hospital. Pendekatan penelitian ini yaitu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga pasien kritis yang dirawat di Ruang Rawat Inap Intensive Care Unit (ICU) Aulia Hospital pada tanggal 21 Januari – 12 Februari tahun 2026 sebanyak 40 orang dengan teknik acidental sampling. Analisa data pada penelitian menggunakan uji chi-square. Alat ukur yang digunakan adalah kuisoner HARS .Hasil penelitian ini yaitu sebagian besar responden mengalami perubahan status kesehatan koma sebanyak 25 orang (62,5%), responden mengalami kecemasan sebanyak 24 orang (60%). Berdasarkan hasil uji statistik dengan analisa chi-square diketahui bahwa nilai p value (0,020) ≤  α (0,05). Kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara perubahan status kesehatan pasien kritis dengan tingkat kecemasan keluarga di Ruang Rawat Intensive Care Unit (ICU) Aulia Hospital. Diharapkan pada perawat untuk dapat melakukan pendekatan secara fisik berupa tepuk pundak, merangkul atau memeluk keluarga pasien dan berada di dekat pasien sehingga dapat menurunkan kecemasan yang dialami keluarga pasien.
HUBUNGAN POLA KONSUMSI MAKANAN BERISIKO DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS RAWAT INAP SIMPANG TIGA KOTA PEKANBARU Adilla Ridwan; Nur Afrinis; Alini Alini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v4i3.28360

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan komplikasi penyakit yang serius. Salah satu faktor terjadinya hipertensi yaitu mengkonsumsi makanan berisiko (makanan/minuman manis, makanan asin, dibakar, berlemak dan daging/ayam/ikan olahan). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pola konsumsi makanan berisiko (makanan/minuman manis, makanan asin, dibakar, berlemak dan daging/ayam/ikan olahan) dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh lansia yang datang berobat di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2023. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10-18 Juli 2023 dengan jumlah sampel 110 responden menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian ini didapatkan 60 lansia (54,5%) yang sering mengkonsumsi makanan/minuman manis, 62 lansia (56.4%) yang sering mengkonsumsi makanan asin, 56 lansia (51,8%) yang sering mengkonsumsi makanan dibakar, 69 lansia (62,7%) yang sering mengkonsumsi makanan berlemak dan 56 lansia (50,9%) yang sering mengkonsumsi makanan daging/ayam/ikan olahan. Terdapat hubungan antara makanan/minuman manis (p=0,002) dan makanan asin dan berlemak (p=0,000) dengan kejadian hipertensi pada lansia. Tidak ada hubungan antara makanan dibakar (p=0,279) dan makanan daging/ayam/ikan olahan (p=0,187) dengan kejadian hipertensi pada lansia. Diharapkan lansia dapat mengurangi makanan yang berisiko dan lebih memperhatikan apa yang dimakan untuk mengurangi resiko terjadinya hipertensi.