Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya
Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER

Gaya Kepemimpinan Demokratis dalam Pengembangan Pendidikan Islam di MTs Al Ikhsan: Analisis Relasi Kuasa Partisipatif

Sintya Amalia Sholikhah (UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto)
Muh. Hanif (UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto)



Article Info

Publish Date
10 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini mengkaji gaya kepemimpinan demokratis dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam di MTs Al Ikhsan Beji Kedungbanteng dengan menggunakan kerangka analisis relasi kuasa partisipatif dari perspektif Michel Foucault dan Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis diwujudkan melalui rapat terbuka, pembagian wewenang, musyawarah kebijakan, penghargaan prestasi, dan pengambilan keputusan kolektif. Namun, di balik praktik demokrasi tersebut terdapat paradoks partisipasi, di mana guru dan staf tetap merasakan tekanan profesional meskipun dipahami sebagai bagian dari proses pendewasaan. Relasi kuasa partisipatif di MTs Al Ikhsan Beji Kedungbanteng juga memiliki dualitas: di satu sisi terjadi demokratisasi tata kelola dan peningkatan otonomi guru, tetapi di sisi lain tetap terdapat proses normalisasi dan pengawasan halus yang mempertahankan dominasi kepala madrasah melalui modal simbolik dan legitimasi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengembangan lembaga pendidikan melalui pendekatan demokratis sangat bergantung pada kemampuan kepala madrasah membangun jaringan kolaborasi horizontal dan vertikal berbasis kepercayaan agar tidak terjebak dalam formalisme prosedural.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sujud

Publisher

Subject

Religion Humanities Decision Sciences, Operations Research & Management Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Sujud dimaknai sebagai tindakan menundukkan diri dengan meletakkan dahi ke tanah sebagai bentuk penghormatan, kepatuhan, atau kerendahan hati kepada Yang Maha Esa. Sujud menjadi simbol spiritualitas, kesetaraan sosial, dan nilai budaya yang luhur, menyatukan aspek religius dengan nilai-nilai ...