Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya
Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER

Keteladanan Kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern

Nurhafiza Rizkia (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)
Nurzena Zein (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)



Article Info

Publish Date
17 Jun 2026

Abstract

Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan khalifah pertama dalam sejarah Islam yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Kepemimpinannya menjadi fondasi bagi perkembangan peradaban Islam pada masa Khulafaur Rasyidin. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji keteladanan kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq serta relevansinya dalam kehidupan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan memanfaatkan berbagai buku dan jurnal ilmiah yang membahas kehidupan, kepemimpinan, dan kontribusi Abu Bakar Ash-Shiddiq. Hasil kajian menunjukkan bahwa Abu Bakar memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, keadilan, ketegasan, dan musyawarah. Karakter tersebut terbukti mampu membawa umat Islam melewati masa-masa sulit pasca wafatnya Rasulullah SAW. Nilai-nilai kepemimpinan Abu Bakar juga masih relevan diterapkan dalam kehidupan modern karena mampu menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan kepemimpinan seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan rendahnya integritas pemimpin. Oleh karena itu, kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq dapat dijadikan teladan dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sujud

Publisher

Subject

Religion Humanities Decision Sciences, Operations Research & Management Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Sujud dimaknai sebagai tindakan menundukkan diri dengan meletakkan dahi ke tanah sebagai bentuk penghormatan, kepatuhan, atau kerendahan hati kepada Yang Maha Esa. Sujud menjadi simbol spiritualitas, kesetaraan sosial, dan nilai budaya yang luhur, menyatukan aspek religius dengan nilai-nilai ...