Penelitian ini bertujuan mengungkap pola metafora konseptual dalam Qasidah Burdah karya Imam al-Busiri melalui pendekatan semantik kognitif. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi ranah sumber (source domain), ranah sasaran (target domain), serta pola pemetaan konseptual yang membentuk representasi figur Nabi Muhammad saw. Data penelitian berupa sepuluh bait pada bagian al-madh yang mengandung ungkapan metaforis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora dalam Qasidah Burdah tidak sekadar berfungsi sebagai unsur retoris, melainkan sebagai mekanisme kognitif yang memetakan pengalaman emosional dan spiritual ke dalam citra-citra konkret, seperti api, luka, gerak, saksi, tulisan, dan kekuatan fisik. Analisis menemukan empat kelompok metafora utama, yaitu metafora cinta, emosi, kenangan dan persepsi, serta usia dan kehidupan. Pola-pola metaforis tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman cinta dan kerinduan spiritual kepada Nabi dipahami melalui pengalaman tubuh (embodied experience) yang bersifat universal sekaligus dipengaruhi oleh konteks budaya dan tradisi sufistik. Penelitian ini menegaskan bahwa Qasidah Burdah merupakan teks religius yang kaya akan struktur metafora konseptual dan menunjukkan bahwa teks shalawat dapat menjadi ruang penting bagi konstruksi makna kognitif, simbolik, dan spiritual dalam tradisi Islam.
Copyrights © 2026