Penelitian ini bertujuan menganalisis kohesi dan koherensi pada wacana tulis komik digital kelas X serta wacana lisan video berita kelas XI dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 1 Dawarblandong. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berupa komik digital teks anekdot dan video berita karya peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca catat serta simak catat. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana berdasarkan teori Halliday & Hasan serta kridalaksana. Teknik analisis data melalui analisis isi pandangan Klaus Krippendorff, sedangkan keabsahan data melalui triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan kohesi leksikal komik digital dan video berita didominasi repetisi dan kolokasi. Kohesi gramatikal komik digital didominasi referensi dan elipsis, sedangkan video berita didominasi referensi dan konjungsi. Aspek koherensi komik digital lebih bervariatif, sementara video berita didominasi relasi sebab–akibat dan identifikasi. Selain itu, tujuh data komik digital kohesif dan koheren, sedangkan satu data belum optimal. Pada video berita, lima data kohesif dan koheren, sementara tiga data lainnya belum kohesif meskipun hubungan maknanya tetap koheren. Dengan demikian, keterampilan menulis komik digital telah menunjukkan kemampuan membangun wacana yang cukup kohesif dan koheren. Adapun keterampilan berbicara peserta didik pada video berita, khususnya dalam penggunaan perangkat kohesi, masih perlu ditingkatkan.
Copyrights © 2026