Pesantren pada abad ke-19 tidak hanya berfungsi sebagai pusat transmisi keilmuan Islam, tetapi juga sebagai ruang produksi dan tempat transmisi naskah keagamaan yang berperan dalam pembentukan budaya literasi. Namun, kajian manuskrip Al-Qur’an di Indonesia selama ini cenderung berhenti pada deskripsi kodikologis dan tekstologis, tanpa mengaitkannya secara memadai dengan dinamika pedagogik pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kodikologis dan tekstologis manuskrip mushaf Al-Qur’an KH. Ilyas Penarip di Pesantren Ash-Sholichiyyah Mojokerto, serta mereposisinya sebagai bagian dari infrastruktur pedagogik pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis kodikologi dan tekstologi, yang diperkuat dengan pembacaan konteks historis dan fungsi edukatif manuskrip. Hasil kajian menghasilkan: Pertama, dari segi kodikologi, manuskrip berusia lebih dari dua abad dalam kondisi naskah tidak utuh 30 juz. Ditulis menggunakan tinta warna hitam dan merah yang dituangkan pada kertas Eropa ber-watermark. Kedua, dari segi tekstologi, Manuskrip mushaf ini menggunakan bentuk rasm campuran, yakni ustmaniy dan imla'i. Tanda waqaf umumnya menggunakan tanda waqaf muthlaq. Manuskrip ini juga menggunakan banyak scholia dan simbol-simbol yang terletak pada akhir ayat yang mengindikasikan praktik penandaan pedagogik. Temuan ini menegaskan bahwa manuskrip tersebut tidak hanya merupakan artefak tekstual, melainkan juga medium pembelajaran dan transmisi keilmuan. Penelitian ini menawarkan pendekatan integratif yang menghubungkan studi manuskrip dengan sejarah pedagogik pesantren di Nusantara.
Copyrights © 2026