Abstrak Gangguan kecemasan merupakan fenomena psikologis yang semakin meningkat dalam kehidupan masyarakat modern, terutama pada remaja dan dewasa muda. Kompleksitas tekanan hidup, tuntutan sosial yang tinggi, serta percepatan perubahan zaman berkontribusi terhadap munculnya kecemasan kolektif dan krisis eksistensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep penanganan kecemasan melalui pendekatan spiritual Islam dalam perspektif Hamka, serta relevansinya dengan psikologi modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, melalui analisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kecemasan dan penafsiran Hamka, kemudian dikaji secara konseptual menggunakan kerangka psikologi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual seperti tauhid, tawakal, keikhlasan, pemaknaan hidup, dan orientasi ketuhanan berperan sebagai mekanisme koping yang adaptif dalam mereduksi kecemasan, memperkuat resiliensi psikologis, serta menciptakan ketenangan batin yang stabil. Pendekatan Hamka secara konseptual sejalan dengan temuan psikologi modern, khususnya dalam aspek makna hidup, harga diri, dan dukungan sosial. Maka, pendekatan Qur’ani melalui perspektif Hamka menawarkan penanganan gangguan kecemasan yang holistic, integrative, dan relevan bagi konteks kehidupan masyarakat modern. Kata kunci: kecemasan, psikologi Islam, Tafsir Hamka, Spiritualitas, Kesehatan mental.
Copyrights © 2026