Penelitian ini mengkaji relevansi konsep decluttering dalam perspektif tafsir Rasâil An-Nûr karya Said Nursi sebagai refleksi spiritualitas kesederhanaan Islam di tengah arus konsumtivisme modern. Dengan pendekatan kepustakaan dan analisis tafsir tematik terhadap Q.S. al-A‘raf/7:31, studi ini menyoroti konsep iqtishâd sebagai fondasi etika dalam mengelola nikmat sekaligus sebagai bentuk penghindaran dari perilaku isrâf. Hasil kajian menunjukkan bahwa iqtishâd dalam pemikiran Said Nursi tidak terbatas pada pengendalian konsumsi material, tetapi berkembang menjadi disiplin spiritual yang mengarahkan pengelolaan keinginan, memperdalam rasa syukur, serta menyelaraskan dimensi fisik, psikologis, sosial, dan ketuhanan dalam kehidupan manusia. Kebaruan penelitian ini terletak pada reinterpretasi decluttering yang tidak hanya dipahami sebagai metode penataan ruang atau pendekatan psikologis kontemporer, melainkan sebagai praktik spiritual berbasis nilai-nilai Qur’ani yang bersumber dari tradisi tafsir. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Rasâil An-Nûr menawarkan kerangka kesederhanaan hidup yang bersifat transformatif dan tetap relevan dalam merespons tantangan budaya konsumtif masyarakat modern.
Copyrights © 2026