Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan mahasiswa Universitas Pamulang terhadap fenomena pernikahan dini dalam perspektif sosial budaya pada era modernisasi di Desa Sawi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur kritis. Data diperoleh melalui wawancara dengan mahasiswa Universitas Pamulang sebagai data primer serta didukung oleh buku, jurnal, dan artikel ilmiah sebagai data sekunder. Teknik triangulasi sumber digunakan untuk menjaga validitas data, sedangkan analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini masih dipengaruhi oleh budaya tradisional, kondisi ekonomi, rendahnya pendidikan, serta pola pikir orang tua dan lingkungan masyarakat. Dalam perspektif sosial budaya, praktik tersebut masih dianggap wajar karena adanya adat istiadat dan budaya patriarki yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, modernisasi telah mengubah pola pikir generasi muda yang kini lebih memprioritaskan pendidikan, kesiapan mental, karier, dan kemandirian ekonomi sebelum menikah. Penelitian ini juga menemukan bahwa pernikahan dini berdampak terhadap pendidikan, kesehatan reproduksi, kondisi psikologis, serta kehidupan sosial dan ekonomi individu. Oleh karena itu, pernikahan dini dinilai kurang relevan dengan kehidupan masyarakat modern.
Copyrights © 2026