Penelitian ini bertujuan untuk mengamalisis budaya sekolah sebagai dasar pembentukan karakter anak usia dini di lembaga PAUD Kabupaten Ngada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan selama pelaksanaan PLP 1 pada empat lembaga PAUD di Kabupaten Ngada yaitu: PAUD Terpadu Citra Bakti, TKN Harapan Bangsa Koeloda, TKK Santa Theresia Danga, dan TKN Pembina Turekisa. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dengan bantuan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan lembar dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Teknik analisis Milles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang diterapkan secara konsisten melalui pembiasaan 3S (senyum, sapa, salam), berdoa, menjaga kebersihan, tata tertib, keteladanan guru, dan kegiatan kokurikuler/ekstrakurikuler mampu menanamkan nilai karakter religius, disiplin, tanggung jawab, peduli lingkungan, dan kecakapan sosial emosional. Keteladanan guru dan lingkungan fisik yang aman menjadi faktor penguat utama. Disimpulkan bahwa budaya sekolah yang positif berfungsi sebagai hidden curriculum yang lebih kuat dari kurikulum formal dalam membentuk perilaku anak. Oleh karena itu, penguatan budaya sekolah perlu menjadi prioritas kebijakan PAUD melalui pelatihan guru, pelibatan orang tua, dan penataan lingkungan belajar yang mendukung.
Copyrights © 2026