Buletin Keslingmas
Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015

PENGARUH BERBAGAI DOSIS UMBI GADUNG RACUN (Dioscorea hispid ) TERHADAP KEMATIAN TIKUS MENCIT PUTIH (Mus musculus strain albino)

Ari Rahmawati (Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang)
Arif Widyanto (Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2015

Abstract

Tikus merupakan salah satu satwa liar yang menjadi hama yang mengganggu dalam kehidupan manusia.Pengendalian tikus sudah cukup banyak dilakukan oleh masyarakat baik secara fisik maupun secara kimia. Salahsatunya dengan memanfaatkan tumbuhan alami yang mengandung racun, contohnya adalah umbi gadung yangmengandung senyawa dioskorin yang bersifat toksik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dilaboratorium. Penelitian dilakukan dengan metode umpan . Umpan dibuat berbentuk pelet dari tepung ikan, dedak,kemiri dan umbi gadung. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok yang ditempatkan ke dalam kontainer, masing- masingkontainer berisi 6 ekor berdasarkan dosis umbi gadung yaitu 250 gram, 500 gram dan 750 gram. Penelitiandilakukan selama 48 jam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Penelitian dilakukandengan metode umpan . Umpan dibuat berbentuk pelet dari tepung ikan, dedak, kemiri dan umbi gadung. Tikusdibagi menjadi 4 kelompok yang ditempatkan ke dalam kontainer, masing- masing kontainer berisi 6 ekorberdasarkan dosis umbi gadung yaitu 250 gram, 500 gram dan 750 gram. Penelitian dilakukan selama 48 jam.Untuk peneliti yang lain jika akan melanjutkan penelitian yang serupa sebaiknya tikus tidak dicampur namundipisah-pisah yaitu satu tikus diletakkan dalam satu kontainer agar lebih mudah dalam pengamatannya dan lebihefektif.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

keslingmas

Publisher

Subject

Environmental Science Health Professions Public Health

Description

Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan. ...