ABSTRACT The limited capacity of students to think historically in the digital age is an urgent problem that has not been systematically addressed in history learning practice. Historical literacy serves as a conceptual and practical framework to respond to this challenge. This article critically analyzes the concept, urgency, key components, and implementation strategies of historical literacy in history learning. The study employs a systematic literature review method with a descriptive analytical approach, examining 30 scholarly sources published between 2020 and 2025, including national and international journal articles, conference proceedings, and relevant educational policy documents. The synthesis of findings reveals that historical literacy is a multidimensional competency encompassing primary secondary source analysis, historical causal reasoning, multiple perspective-taking, awareness of history's interpretive nature, and ethical dimensions in understanding the past. Its implementation demands a transformation in the teacher's role-from information transmitter to facilitator of historical thinking through project-based approaches, critical discussion, and selective use of digital technology. Strengthening historical literacy has been shown to enhance students historical understanding and cultivate critical, responsible national consciousness amid the flood of digital information. ABSTRAK Rendahnya kemampuan berpikir historis peserta didik di era digital merupakan persoalan mendesak yang belum mendapat penanganan sistematis dalam praktik pembelajaran sejarah. Literasi sejarah hadir sebagai kerangka konseptual dan praktis yang menjawab tantangan tersebut. Artikel ini bertujuan menganalisis secara kritis konsep, urgensi, komponen-komponen utama, serta strategi implementasi literasi sejarah dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan menggunakan metode kajian literatur sistematis dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap 30 sumber ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020–2025, mencakup artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Sintesis temuan menunjukkan bahwa literasi sejarah merupakan kompetensi multidimensi yang mencakup kemampuan analisis sumber primer-sekunder, penalaran sebab-akibat historis, perspektif multipel, kesadaran akan sifat interpretatif sejarah, serta dimensi etis dalam memahami masa lalu. Implementasinya dalam pembelajaran menuntut transformasi peran guru dari penyampai informasi menjadi fasilitator berpikir historis melalui pendekatan berbasis proyek, diskusi kritis, dan pemanfaatan teknologi digital secara selektif. Penguatan literasi sejarah terbukti mampu meningkatkan kualitas pemahaman historis peserta didik dan membentuk kesadaran kebangsaan yang kritis dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.
Copyrights © 2026