Dismenore (nyeri haid) merupakan keluhan yang paling sering dialami oleh remaja putri, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan proses belajar. Pijat akupresur merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang aman dan efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dengan merangsang pengeluaran hormon endorfin. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas implementasi pijat akupresur dalam menurunkan skala nyeri haid pada remaja putri di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment (eksperimen semu) dengan pendekatan pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang mengalami dismenore di Desa Bangun Rejo. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan pemijatan pada titik Sanyinjiao (SP6) dan Taichong (LR3) selama 15–20 menit saat hari pertama atau kedua menstruasi. Skala nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skala nyeri haid sebelum dilakukan pijat akupresur dan sesudah dilakukan pijat akupresure. Uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,05. Kesimpulan: Implementasi pijat akupresur efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri. Diharapkan remaja putri dapat menerapkan terapi mandiri ini sebagai solusi aman penanganan dismenore primer tanpa ketergantungan obat analgetik.
Copyrights © 2025