Grace Adventria
STIkes Mitra Husada Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pijat Akupresure pada Remaja Putri dalam Penurunan Nyeri Haid di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 Dewi Sartika Hutabarat; Enjelika Kabeakan; Edi Subroto; Cristoboy Vasius Bakara; Grace Adventria
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i2.2794

Abstract

Dismenore (nyeri haid) merupakan keluhan yang paling sering dialami oleh remaja putri, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan proses belajar. Pijat akupresur merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang aman dan efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dengan merangsang pengeluaran hormon endorfin. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas implementasi pijat akupresur dalam menurunkan skala nyeri haid pada remaja putri di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment (eksperimen semu) dengan pendekatan pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang mengalami dismenore di Desa Bangun Rejo. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan pemijatan pada titik Sanyinjiao (SP6) dan Taichong (LR3) selama 15–20 menit saat hari pertama atau kedua menstruasi. Skala nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skala nyeri haid sebelum dilakukan pijat akupresur dan sesudah dilakukan pijat akupresure. Uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,05. Kesimpulan: Implementasi pijat akupresur efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri. Diharapkan remaja putri dapat menerapkan terapi mandiri ini sebagai solusi aman penanganan dismenore primer tanpa ketergantungan obat analgetik.