Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Persalinan Pada Masa Pandemi Covid-19 Astaria Br Ginting; Elida Berta Tarigan; Edi Subroto; Anna Waris Nainggolan
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.19 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i1.12

Abstract

Latar Belakang: Virus yang menyebabkan COVID-19 berasal dari golongan virus yang sama dengan virus penyebab severe acut respiratory syndrome (SARS) dan Middle- East respiratory syndrome (MERS). Ibu hamil dengan SARS dan MERS mengalami risiko lebih tinggi terhadap keguguran dan 3 kelahiran premature. Hal tersebut sangat dimungkinkan terjadi pada ibu hamil dengan COVID-19. Tujuan penelitian adalah Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan pada masa pandemi COVID-19 di wilayah kerja UPT Puskesmas Namo Terasi tahun 2020. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Adapun hasil penelitian ini adalah adanya hubungan bermakna antara status COVID-19 (p=0,000), kepribadian (p = 0,000) dan stigma sosial (p = 0,000) dengan kecemasan pada ibu hamil menghadapi persalinan di UPT Puskesmas Namoterasi kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Background: The virus that causes COVID-19 is from the same virus group as the virus that causes severe acute respiratory syndrome (SARS) and Middle-East respiratory syndrome (MERS). Pregnant women with SARS and MERS have a higher risk of miscarriage and premature birth. This is very possible for pregnant women with COVID-19. In general, this study aims to determine how anxious pregnant women face childbirth during the COVID-19 pandemic in the UPT Namo Terasi Health Center work area in 2020. The research method in this study was an analytical observational study with a cross-sectional approach. The results of this study were that there was a significant relationship between COVID-19 status (p = 0.000), personality (p = 0.000), and social stigma (p = 0.000) with anxiety in pregnant women facing childbirth at the UPT Puskesmas Namorasi, Sei Bingai sub-district, Langkat Regency.
Hubungan Penatalaksanaan Antenatal Care (ANC) Dengan Komplikasi Persalinan Di Klinik Pratama Kita Kabupaten Langkat Tahun 2023 Dewi Sartika Hutabarat; Retno wahyuni; Febriana Sari; Lusiatun Lusiatun; Edi Subroto; Ade Rachmat
DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/diagnosa-widyakarya.v1i2.1226

Abstract

Antenatal care (ANC) visits are contacts between pregnant women and caregivers in terms of assessing the health and well-being of the baby as well as opportunities to obtain information and provide information to the mother and health workers. If a pregnant woman does not have a pregnancy check-up, it will not be known whether her pregnancy is going well or whether she is experiencing a high risk situation and obstetric complications which are dangerous for the life of the mother and fetus and can also cause high morbidity and mortality. The aim of this research is to determine the relationship between Antenatal Care (ANC) Management and Childbirth Complications at the Pratama Kita Clinic, Langkat Regency in 2023. This type of research uses a correlational research method with a cross sectional approach. The subjects of this study were pregnant women, totaling 49 respondents. Retrieval of data using a questionnaire on the management of antenatal care with labor complications. The analysis was carried out univariately and bivariately. The formula in this study uses the Chi Square formula. The management of antenatal care (ANC) is associated with labor complications with a p value = 0.000. The results of the study showed that there was a relationship between antenatal care (ANC) management and birth complications.
Implementasi Pijat Akupresure pada Remaja Putri dalam Penurunan Nyeri Haid di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 Dewi Sartika Hutabarat; Enjelika Kabeakan; Edi Subroto; Cristoboy Vasius Bakara; Grace Adventria
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i2.2794

Abstract

Dismenore (nyeri haid) merupakan keluhan yang paling sering dialami oleh remaja putri, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan proses belajar. Pijat akupresur merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang aman dan efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dengan merangsang pengeluaran hormon endorfin. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas implementasi pijat akupresur dalam menurunkan skala nyeri haid pada remaja putri di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment (eksperimen semu) dengan pendekatan pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang mengalami dismenore di Desa Bangun Rejo. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan pemijatan pada titik Sanyinjiao (SP6) dan Taichong (LR3) selama 15–20 menit saat hari pertama atau kedua menstruasi. Skala nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skala nyeri haid sebelum dilakukan pijat akupresur dan sesudah dilakukan pijat akupresure. Uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,05. Kesimpulan: Implementasi pijat akupresur efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri. Diharapkan remaja putri dapat menerapkan terapi mandiri ini sebagai solusi aman penanganan dismenore primer tanpa ketergantungan obat analgetik.