Kajian ini dilaksanakan melalui observasi lapangan dan wawancara langsung di SDN 4 Panarung, Kota Palangka Raya, dengan tujuan menelaah praktik pengelolaan pembiayaan pendidikan di sekolah tersebut. Aspek yang dikaji mencakup sumber pendanaan, mekanisme penyusunan anggaran, distribusi alokasi dana, serta kondisi lingkungan dan sarana pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekolah yang menampung 219 peserta didik ini telah menyusun RKAS secara kolaboratif dengan melibatkan kepala sekolah, bendahara, guru, dan komite sekolah berdasarkan skala prioritas kebutuhan. Dana BOSP menjadi sumber utama pembiayaan operasional, pemeliharaan fasilitas, dan kegiatan pembelajaran. Selain itu, sekolah memanfaatkan aplikasi ARKAS sebagai instrumen pengelolaan anggaran berbasis digital guna mendorong transparansi dan akuntabilitas keuangan, meskipun penerapannya masih menghadapi beberapa kendala teknis. Secara keseluruhan, manajemen pembiayaan di SDN 4 Panarung dinilai telah berjalan memadai dan mampu menopang peningkatan mutu pendidikan.
Copyrights © 2026