Perkembangan kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pembelajaran di pendidikan tinggi, namun memunculkan perbedaan persepsi antara dosen dan mahasiswa serta berbagai implikasi akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi dosen dan mahasiswa terhadap penggunaan ChatGPT dalam pendidikan tinggi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik purposive sampling terhadap 15 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2023–2025, diakses melalui Google Scholar, SINTA, dan prosiding seminar nasional yang terverifikasi. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola, kecenderungan, dan kesenjangan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi terhadap penggunaan ChatGPT bersifat ambivalen. Mahasiswa cenderung berpersepsi positif karena ChatGPT dinilai efisien, mudah diakses, dan membantu penyelesaian tugas akademik. Sebaliknya, dosen menunjukkan sikap lebih kritis dengan menyoroti isu integritas akademik, plagiarisme, dan potensi penurunan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Temuan juga mengindikasikan adanya pergeseran peran dosen dari sumber utama pengetahuan menjadi fasilitator teknologi pembelajaran, serta masih terbatasnya studi tentang dampak jangka panjang penggunaan ChatGPT terhadap kualitas pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan ChatGPT dalam pendidikan tinggi memerlukan pengelolaan melalui penguatan literasi digital, regulasi yang jelas, dan integrasi pedagogis yang konstruktif
Copyrights © 2026