Rantai pasokan produk pertanian organik secara global menempatkan distribusi sebagai elemen kunci dalam menjaga kualitas dan efisiensi alur pemasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi, dinamika produksi, serta keterkaitan antar pelaku dalam sistem supply chain berbasis komunitas di Kampung Brenjonk. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dengan membandingkan informasi dari petani, pelaku komunitas, pelaku pemasaran, dan distributor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendistribusian berlangsung secara terstruktur melalui mekanisme pengumpulan dan penyaluran dengan pembagian jalur pasar berdasarkan standar kualitas. Petani tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga mengorganisasikan pembibitan dan pengemasan, sementara komunitas berfungsi sebagai pengontrol standar dan penguatan hubungan kerja yang sama. Produksi berbasis sumber daya lokal disesuaikan dengan kebutuhan distribusi. Keterkaitan produksi dan distribusi membentuk sistem yang saling bergantung, di mana perubahan pada satu aspek mempengaruhi stabilitas sistem secara keseluruhan.
Copyrights © 2026