Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Gresik dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi pemerintah daerah, pelaksana program, dan penerima manfaat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif serta evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program RTLH berkontribusi terhadap perbaikan kondisi fisik hunian dan peningkatan kualitas tempat tinggal dengan tingkat realisasi sebesar 86,2%. Namun demikian, dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan, khususnya pada aspek ekonomi, masih terbatas dan belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Kendala utama dalam implementasi program meliputi keterbatasan sumber daya, belum optimalnya koordinasi antar lembaga, serta ketidaktepatan sasaran penerima manfaat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa program RTLH belum optimal dalam menurunkan tingkat kemiskinan karena masih berfokus pada output fisik. Oleh karena itu, diperlukan integrasi kebijakan lintas sektor serta perbaikan sistem implementasi agar program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026