Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur ketenagakerjaan serta ketimpangan gender dalam distribusi tenaga kerja di Kota Surabaya tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, berdasarkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya. Analisis dilakukan terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas berdasarkan status pekerjaan dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ketenagakerjaan didominasi oleh kategori buruh/karyawan/pegawai sebesar 56,5%, yang merepresentasikan sektor formal. Namun, sektor informal masih menyerap sekitar 43,5% tenaga kerja, yang menunjukkan adanya dualisme pasar kerja. Dari sisi gender, tenaga kerja laki-laki mendominasi dengan proporsi 57,0%, sedangkan perempuan sebesar 43,0%. Perempuan cenderung terkonsentrasi pada pekerjaan informal dan tidak dibayar, sementara laki-laki lebih dominan pada sektor formal. Temuan ini mengindikasikan bahwa struktur ketenagakerjaan di Kota Surabaya belum sepenuhnya inklusif dan masih dipengaruhi oleh ketimpangan gender. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan ketenagakerjaan yang tidak hanya berfokus pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga pada peningkatan kualitas pekerjaan dan pemerataan akses kerja bagi perempuan.
Copyrights © 2026