Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam fenomena siswa silent learner dan mendeskripsikan strategi pedagogis yang diterapkan oleh guru dalam mendampingi mereka pada pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Meskipun memiliki kemampuan kognitif yang memadai, siswa silent learner kerap menunjukkan sikap pasif, enggan berpartisipasi secara lisan, dan menarik diri dari interaksi kelas. Kondisi ini menuntut penanganan strategis agar hak belajar dan perkembangan sosio-emosional mereka tetap terpenuhi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif lapangan, data dikumpulkan di MI Plus Daarul Munjiyat melalui teknik observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kebungkaman siswa lebih banyak didorong oleh faktor psikologis, seperti kecemasan, kurangnya rasa percaya diri, dan ketakutan akan penilaian sosial, alih-alih rendahnya kapasitas intelektual. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru mengimplementasikan pendekatan afektif berbasis kepedulian (kindness-based approach), metode diskusi kelompok kecil, serta pemberian afirmasi positif yang berkesinambungan. Strategi transformasi ini terbukti efektif dalam meruntuhkan dinding psikologis siswa, menumbuhkan keberanian berpendapat, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, serta sejalan dengan nilai-nilai adab dan pendidikan karakter di madrasah.
Copyrights © 2026