Wilayah Puskesmas Banjarnegara 1 termasuk daerah dengan kasus DBD paling tinggi di KabupatenBanjarnegara dengan 50 kasus pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktorlingkungan yang berhubungan dengan kejadian DBD di wilayah Puskesmas Banjarnegara 1. Jenis penelitianobservasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita DBD (kasus) danbukan penderita DBD (kontrol). Sampel berjumlah 20 kasus dan 20 kontrol yang diperoleh dengan menggunakanteknik Insidental Sampling. Analisis data dengan uji statistic chi square dan penentuan odds ratio (OR). Hasilanalisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian DBD adalah keberadaan jentik nyamukAe. aegypti OR=11, keberadaan breeding places OR=10,524, keberadaan resting places OR=13,5, frekuensipengurasan tempat penampungan air (TPA) OR=21 dan ketersediaan tutup pada TPA OR=7. Hasil analisismultivariat menunjukkan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian DBD adalah frekuensipengurasan TPA dengan nilai signifikansi 0,005 ( OR=15,632).
Copyrights © 2017