Teguh Widijanto
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN KONDISI DAM TERHADAP KADAR ZAT ORGANIK AIR MINUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 1 CILONGOK TAHUN 2016 Dzuriyanis Saadah; Suparmin Suparmin; Teguh Widijanto
Buletin Keslingmas Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.426 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i2.2981

Abstract

Air minum merupakan air yang diolah melalui beberapa proses. Semakin lama penyimpananmemnungkinkan adanya pertumbuhan mikroorganisme dan menyebabkan kadar zat organik meningkat yang dapatmenyebabkan timbulnya bau, berubahnya rasa dan gangguan kesehatan. Tujuan penelitian yaitu mengetahuipengaruh lama penyimpanan dan kondisi DAM terhadap kadar zat organik air minum. Metode penelitian adalahpenelitian observasional dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar zatorganik air minum yang disimpan 0 sampai 4 hari pada kondisi DAM yang berbeda berturut-turut adalah DAM MS= 7,96 mg/l;28,1 mg/l;12,2 mg/l. DAM TMS = 12,8 mg/l;24,03 mg/l;10,5 mg/l. Hasil analisis lama penyimpanandengan kadar zat organik menunjukan nilai p=0,000 berarti p0,05 maka Ho ditolak, sedangkan kondisi DAMyang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat dengan kadar zat organik nilai p=0,727 berarti p0,05 maka Hoditerima. Disimpulkan ada perbedaan kadar zat organik air minum dengan lama penyimpanan (0 hari,2 hari, 4hari) serta tidak ada perbedaan kadar zat organik air minum pada kondisi DAM (memenuhi syarat dan tidakmemenuhi syarat). Disarankan untuk masyarakat sebaiknya mengkonsumsi air minum sebelum 2x24 jam sejakpengisian, pengusaha DAM selalu menjaga kualitas air minum yang dijual dan perlu dilakukan penelitian denganpenyimpanan yang lebih lama.
FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH PUSKESMAS BANJARNEGARA 1 KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 Sri Purwaningsih; Arif Widyanto; Teguh Widijanto
Buletin Keslingmas Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.415 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i2.2964

Abstract

Wilayah Puskesmas Banjarnegara 1 termasuk daerah dengan kasus DBD paling tinggi di KabupatenBanjarnegara dengan 50 kasus pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktorlingkungan yang berhubungan dengan kejadian DBD di wilayah Puskesmas Banjarnegara 1. Jenis penelitianobservasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita DBD (kasus) danbukan penderita DBD (kontrol). Sampel berjumlah 20 kasus dan 20 kontrol yang diperoleh dengan menggunakanteknik Insidental Sampling. Analisis data dengan uji statistic chi square dan penentuan odds ratio (OR). Hasilanalisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian DBD adalah keberadaan jentik nyamukAe. aegypti OR=11, keberadaan breeding places OR=10,524, keberadaan resting places OR=13,5, frekuensipengurasan tempat penampungan air (TPA) OR=21 dan ketersediaan tutup pada TPA OR=7. Hasil analisismultivariat menunjukkan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian DBD adalah frekuensipengurasan TPA dengan nilai signifikansi 0,005 ( OR=15,632).