Pabrik tahu masih banyak mengandalkan kerja manual sehingga pekerjanya berpotensi mengalami gangguan musculoskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi bagian tubuh yang paling sering mengalami keluhan serta menilai tingkat risiko postur kerja pada pekerja Pabrik Tahu X. Metode Nordic Body Map (NBM) digunakan untuk memetakan keluhan musculoskeletal pada empat pekerja, sedangkan metode Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA) digunakan untuk mengevaluasi risiko postur kerja pada empat stasiun utama, yaitu perendaman, pencetakan, pemotongan, dan penggorengan. Hasil NBM menunjukkan bahwa keluhan paling dominan muncul pada lengan bawah, pergelangan tangan, tangan, punggung, dan pinggang, dengan rata-rata skor keluhan sebesar 67. Hasil WERA menunjukkan bahwa seluruh aktivitas kerja berada pada kategori risiko sedang menuju tinggi dengan skor 35–37, di mana faktor utama penyebab risiko adalah postur membungkuk, gerakan repetitif, penggunaan kekuatan tangan, dan durasi kerja yang panjang. Temuan ini mengindikasikan bahwa pekerja berada dalam kondisi kerja yang berpotensi menimbulkan Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) apabila tidak dilakukan perbaikan ergonomis. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penyesuaian ketinggian meja kerja, penggunaan alat bantu ergonomis, perbaikan tata letak stasiun kerja, penerapan rotasi tugas, serta pelatihan postur kerja yang benar sebagai upaya untuk mengurangi risiko dan meningkatkan kenyamanan serta produktivitas pekerja
Copyrights © 2026