Produksi batu bata pada skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih didominasi oleh aktivitas kerja manual dengan beban fisik tinggi, gerakan berulang, serta postur kerja yang tidak ergonomis, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keluhan muskuloskeletal dan tingkat risiko ergonomi pada pekerja UMKM batu bata milik Bapak Sutarno menggunakan metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung, pengisian kuesioner NBM oleh lima responden, serta analisis postur kerja menggunakan lembar kerja REBA berdasarkan dokumentasi foto dan video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami keluhan muskuloskeletal dengan total skor sebesar 386 dan rata-rata 77,2, yang termasuk dalam kategori sedang hingga cenderung tinggi. Keluhan dominan terdapat pada bagian bahu, tangan, pinggang, paha, dan lutut. Sementara itu, hasil analisis REBA menunjukkan skor risiko berada pada rentang 6–9 yang tergolong dalam kategori risiko sedang hingga tinggi. Aktivitas kerja dengan postur membungkuk, pengangkatan beban, dan gerakan berulang menjadi faktor utama penyebab tingginya risiko ergonomi. Dengan demikian, diperlukan upaya perbaikan kondisi kerja untuk mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal serta meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja pekerja.
Copyrights © 2026