Latar belakang: Program Koperasi Merah Putih (KMP) merupakan inisiatif strategis nasional yang secara administratif telah berhasil membentuk lebih dari 80.000 unit koperasi di seluruh Indonesia. Namun, kesenjangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pengurus, khususnya dalam administrasi keuangan dan tata kelola organisasi, menjadi hambatan utama operasionalisasi koperasi dan berisiko menimbulkan penyimpangan dana. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kompetensi pencatatan buku kas harian dan administrasi simpan pinjam pengurus KMP di Kota Bengkulu; (2) memperkuat pemahaman pembagian tugas pokok (job desk) dan fungsi pengawasan antar pengurus; serta (3) menghasilkan dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) sederhana yang siap diimplementasikan. Metode: Pelatihan intensif 2 hari (Senin–Selasa) dengan pendekatan andragogi (30% teori singkat, 70% praktik langsung) diberikan kepada 30 pengurus inti (Ketua, Sekretaris, Bendahara, Pengawas) dari 10 KMP di Kota Bengkulu. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi proses, serta pendampingan daring selama 1 bulan pasca pelatihan. Hasil: Rata-rata skor kompetensi peserta meningkat dari 45,6 (pre-test) menjadi 78,4 (post-test) atau peningkatan sebesar 71,9% (p<0,001). Seluruh peserta (100%) berhasil menyelesaikan tugas praktik pengisian buku kas (tingkat kebenaran 87,5%) dan buku simpan pinjam (akurasi 85,2%). Sepuluh koperasi (100%) menghasilkan draft SOP sederhana. Setelah 1 bulan, 73,3% peserta masih mengimplementasikan keterampilan yang dipelajari. Kesimpulan: Pelatihan kilat 2 hari berbasis andragogi efektif untuk mengatasi kesenjangan kompetensi dasar pengurus koperasi dalam waktu terbatas. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi pada koperasi lainnya.
Copyrights © 2026