Abstrak Pendidikan inklusif menekankan pentingnya penghargaan terhadap keberagaman sekaligus membangun karakter toleran sejak dini. Dalam pelaksanaannya menghadapi kendala, seperti keterbatasan pelatihan guru, sarana prasarana, serta pemahaman orang tua. Kondisi ini juga ditemukan di TK PKK Kali Pasir Way Bungur, sehingga penelitian ini difokuskan untuk mengkaji strategi guru dan orang tua dalam mengatasi hambatan serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan serta strategi yang digunakan oleh guru dan orang tua dalam melaksanakan pendidikan inklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomonologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk memahami bagaimana pengalaman guru dan orang tua dalam melaksanakan pendidikan inklusif, Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan oleh guru seperti melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, menyusun RPPH yang fleksibel, serta menggunakan metode dan media yang bervariasi. Strategi orang tua dalam mendukung pendidikan inklusif mencakup tiga hal utama, yaitu mendampingi anak belajar di rumah melalui pengulangan materi dan penggunaan media visual, memberikan dukungan emosional serta motivasi agar anak lebih percaya diri, dan menjalin kolaborasi dengan guru melalui komunikasi rutin. Selain itu, strategi orang tua peserta didik reguler berupa penanaman sikap menghargai perbedaan juga membantu menciptakan lingkungan yang ramah inklusi. Dengan demikian, strategi yang dilakukan orang tua, baik dari anak berkebutuhan khusus maupun reguler, menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan pendidikan inklusif.
Copyrights © 2026