Konsumsi energi listrik rumah tangga di wilayah pedesaan masih cenderung tidak efisien akibat rendahnya literasi energi dan keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan teknologi hemat energi. Di Desa Cupunagara, Kabupaten Subang, belum terdapat program edukasi terstruktur yang mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola konsumsi listrik secara efisien. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi energi, mengubah perilaku penggunaan listrik, serta mendorong penerapan teknologi hemat energi berbasis pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan community-based learning dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Kegiatan melibatkan 30 peserta yang dipilih secara purposive. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test, observasi praktik, serta kuesioner persepsi. Hasil menunjukkan peningkatan literasi energi sebesar 40% berdasarkan skor preāpost test. Selain itu, telah terpasang 5 titik PJU hemat energi dan terbentuk Kelompok Kerja Hemat Energi sebagai agen keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi partisipatif yang dipadukan dengan implementasi teknologi sederhana efektif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Model ini berpotensi direplikasi pada desa lain sebagai bagian dari upaya mendukung program efisiensi energi nasional.
Copyrights © 2026