Pendahuluan: Dokter gigi di Kabupaten Temanggung menghadapi risiko tinggi Musculoskeletal Disorders (MSDs) akibat postur statis dan gerakan berulang, namun terdapat kesenjangan antara tingginya keluhan nyeri fisik dengan minimnya pemahaman mengenai pencegahan formal melalui ergonomi dan peregangan. Kegiatan pengabdian ini memberikan solusi berupa sosialisasi intensif dan praktik peregangan (stretching) secara langsung di kursi kerja (dental chair-side) untuk membekali praktisi dengan keterampilan pencegahan mandiri. Metode: Efektivitas program dievaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test kepada 40 dokter gigi, yang kemudian dianalisis menggunakan uji beda Wilcoxon untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan. Hasil: Analisis menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan dari 7,73 menjadi 8,83 dengan nilai p < 0,001, yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap faktor risiko dan strategi pencegahan MSDs secara praktis. Dampak: Hasil ini mengonfirmasi peningkatan kesiapan peserta dalam menerapkan prinsip ergonomi dan peregangan rutin di sela-sela pergantian pasien sebagai upaya mitigasi risiko cedera kerja dalam praktik sehari-hari.
Copyrights © 2026