Permasalahan kesehatan mental remaja di sekolah mitra terlihat dari masih terbatasnya pemahaman siswa tentang stres, emosi, dan cara mencari bantuan ketika menghadapi tekanan belajar. Hasil koordinasi awal dengan SMKN 28 Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, menunjukkan bahwa siswa kelas X membutuhkan edukasi yang praktis, tidak menstigmatisasi, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari di sekolah. Sebagai solusi, tim pengabdian melaksanakan edukasi kesehatan mental berbasis sekolah melalui penyuluhan interaktif, diskusi kasus, simulasi manajemen stres, dan penguatan peer support. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental, kemampuan mengenali tanda stres, keterampilan dasar mengelola emosi, serta kesiapan siswa untuk saling mendukung secara sehat. Program dilaksanakan pada 14 Oktober 2024 dengan melibatkan 125 siswa kelas X. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan, observasi partisipasi, dan refleksi singkat bersama siswa serta guru Bimbingan dan Konseling. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dengan selisih rata-rata skor 17,6 poin antara pre-test dan post-test. Siswa juga tampak aktif berdiskusi, mampu mempraktikkan latihan pernapasan sederhana, dan lebih terbuka membicarakan pentingnya mencari bantuan. Kegiatan ini memberi manfaat bagi sekolah sebagai model awal program promotif-preventif kesehatan mental remaja yang dapat dilanjutkan melalui layanan Bimbingan dan Konseling, pembinaan kelas, dan kegiatan sekolah sehat.
Copyrights © 2026