Di era digital, siswa SMA Negeri 19 Makassar, Sulawesi Selatan, menghadapi tantangan literasi kesehatan akibat misinformasi media sosial, dengan prevalensi gangguan gizi 30% dan pemahaman Kebijakan Kesehatan Sekolah (Permenkes No. 33/2015) hanya 25% berdasarkan data Kemenkes 2023. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja sebesar 50% melalui edukasi berbasis digital tentang kebijakan sekolah dan gaya hidup sehat. Metode quasi-eksperimental pre-post test diterapkan pada 60 siswa dengan workshop hybrid, gamifikasi, dan kampanye LiterasiKesehatanSMA19 menggunakan kuesioner Likert, FGD, observasi, serta analisis SPSS-NVivo. Hasil menunjukkan peningkatan skor literasi dari 2,45 menjadi 4,12 (85% kompeten), retensi 96,6%, olahraga naik 2x lipat, konsumsi junk food turun 62%, serta 15.000 views konten viral. Dampaknya, terbentuk Klub Literasi Kesehatan Digital dan MoU dengan Dinas Kesehatan untuk replikasi di 5 SMA lain, mendukung SDGs 3 dan pengurangan obesitas remaja 30% dalam 5 tahun.
Copyrights © 2026